Makalah
Perubahan Akuntansi
Disusun oleh:
Marry
Katherine Munandar
Vanny Yudhawati
Dwirahmi Arifin
Rianita Andriani
Kelompok 3
Akuntansi Keuangan Menengah II
ABFI INSTITUTE PERBANAS
Jl. Perbanas Karet Kuningan,
Setiabudi
Jakarta – Indonesia
12940
Mengidentifikasi jenis-jenis perubahan
akuntansi
Tiga jenis perubahan akuntansi yang berbeda
adalah:
1. perubahan prinsip ekonomi
Perubahan prinsip akuntansi melibatkan
perubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum ke yang lainnya.
Sebagai contoh, perubahan metode penilaian persediaannya dari LIFO menjadi
biaya rata-rata.
2. perubahan estimasi akuntansi
perubahan yang terjadi sebagi akibat dari
informasi baru atau diperolehnya pengalaman tambahan. Contohnya adalah
perubahan estimasi umur manfaat aktiva yang dapat disusutkan.
3. perubahan entitas pelaporan
perubahan dari pelaporan sebagai satu
jenis entitas ke jenis entitas lainnya, sebagai contoh, perubahan anak
perusahaan spesifik dalam satu kelompok perusahaan dimana laporan keuangan
konsolidasi disusun.
4. kesalahan-kesalahan dalam laporan keuangan.
Kesalahan yang terjadi sebagai akibat dari
kesalahan matematis, kesalahan penerapan prinsip akuntansi, atau kelalaian atau
penyalahgunaan fakta yang ada pada saat laporan keuangan disusun. Contohnya
adalah penerapan metode persediaan eceran yang tidak tepat dalam menentukan
nilai persediaan akhir.
Perubahan
prinsip akuntansi
Perubahan prinsip akuntansi ini tidak dianggap
berasal dari penggunaan prinsip baru dalam mengakui peristiwa-peristiwa yang
terjadi untuk pertama kalinya atau yang telah terjadi sebelumnya tetapi tidak
material . jika prinsip akuntansi yang sebelumnya diikuti tidak dapat diterima
lagi, atau jika prinsip tersebut tidak dialikasikan secara benar, maka
perubahan keprinsip akuntansi yang berlaku umum dianggap sebagai koreksi
kesalahan. Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan perubahan
prinsip akuntansi:
1. Pelaporan perubahan pada periode berjalan.
Pengaruh kumulatif dari
penggunaan metode baru terhadap laporan keuangan pada periode berjalan dilaporkan sebagai pos
luar biasa. Pengaruh kumulatif adalah perbedaan laba tahun sebelumnya antara
metode baru dan metode lama. Penyesuaian ini kemudian dilaporkan hanya dalam laporan laba rugi tahun
berjalan. Perusahaan tidak mengubah laporan
keuangan tahun sebelumnya. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan
investor atas laporan keuangan itu.
2. Pelaporan perubahan secara retrospektif.
Penyesuaian retrospektif atas
laporan keuangan akanmenyusun kembali laporan keuangan tahun sebelumnya atas
dasar yang konsisten dengan prinsip yang baru diterapkan. Perusahaan menyajikan
pengaruh kumulatif dari perubahan sebagai penyesuaian atas laba ditahan ditahun
paling awal yang disajikan dalam laporannya.
3. Pelaporan perubahan secara prospektif (dimasa
depan)
Pada pendekatan ini hasil yang
dilaporkan sebelumnya biasanya tidak diubah. Saldo tidak perlu disesuaikan.
Pendukung pendekatan ini berargumen bahwa setelah manajemen meenyajikan laporan
keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang dapat diterima , maka laporan
tersebut sudah final, manajeemen tidak dapat mengubah periode sebelumnya dengan
menerapkan prinsip baru.
Diantara ketika pendekatan diatas, FASB
mensyaratkan agar perusahaan memakai pendekatan perspektif, karena pendekatan
ini menyediakan informasi yang lebih berguna bagi para pemakai laporan keuangan
dibanding pendekatan pengaruh kumulatif maupun pendekatan prospektif.
Pengaruh langsung
dari perubahan prinsip akuntansi adalah perubahan-perubahan atas aktiva atau
kewajiban yang diakui dan diperlukan dalam rangka mencapai perubahan prinsip
akuntansi.
Pengaruh tidak langsung dari perubahan prinsip akuntansi adalah perubahan-perubahan arus kas
berjalan atau masa depan atas entitas tertentu akibat perubahan prinsip
akuntansi yang diterapkan secara retrospektif.
Perubahan Estimasi Akuntansi
Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi
dampak dari kondisi-kondisi dan peristiwa dimasa datang. Berikut adalah contoh
pos-pos yang memerlukan estimasi:
1. piutang tak tertagih
2. keusangan persediaan
3. umur manfaat dan nilai sisa aktiva
4. periode yang menerima manfaat dari biaya
yang ditangguhkan
5. kewajiban untuk biaya garansi dan pajak
penghasilan
6. cadangan mineral yang dapat dipulihkan
kembali
7. perubahan metode penyusutan.
Perubahan estimasi harus ditangani secara
prospektif. Yaitu, tidak ada perubahan yang harus dibuat dalam hasil yang
dilaporkan sebelumnya. Jadi, pengaruh dari semua perubahan estimasi
diperhitungkan pada (1) periode perubahan jika perubahan itu hanya memengaruhi
periode bersangkutan atau (2) periode perubahan dan periode dimasa datang jika
perubahan tersebut memengaruhi keduanya.
Pengungkapan, dalam perubahan
estimasi yang pengarunya terjadi selama beberapa periode (misalnya perubahan
usia pakai atas aktiva tersesutkan), perusahaan harus mengungkapkan pengaruhnya
terhadap laba dari operasi berkelanjutan dan nilai per saham terkait dalam
periode berjalan. Ketika perusahaan telah mengubah estimasi yang terpengaruh
oleh perubahan prinsip akuntansi, perusahaan harus menjelaskan alasan yang
mendukung penerapan prinsip baru tersebut, maka perusahaan menjadi subjek dalam
semua panduan pengungkapan yang disusun terkait perubahan prinip akuntansi.
Pelaporan perubahan dalam entitas
Contoh perubahan dalam entitas pelaporan
adalah:
1. menyajikan laporan konsolidasi untuk
menggantikan laporan perusahaan individual
2. mengubah anak perusahaan tertentu yang
terdiri dari kelompok perusahaan dimana laporan keuangan konsolidasi disajikan
3. mengubah perusahaan yang termasuk dalam
laporan keuangan gabungan
4. perubahan metode akuntansi biaya, ekuitas,
atau konsolidasi untuk anak perusahaan dan investasi. Perubahan dalam entitas
pelaporan bukan berasal dari penciptaan, pemutusan, pembelian atau disposisi
anak perusahaan atau unit bisnis lainnya.
Laporan keuangan dari tahun dimana perubahan dalam
entitas pelaporan dilakukan harus mengungkapkan sifat perubahan itu serta
alasannya. Pengaruh perubahan ini terhadap laba sebelum pos-pos luar biasa,
laba bersih, dan laba per saham harus dilaporkan untuk semua periode yang
disajikan. Pengungkapan ini tidak perlu diulang pada laporan keuangan periode
berikutnya.
Pelaporan koreksi kesalahan
Kategori Akuntansi
|
Jenis pelaporan Ulang
|
Pengakuan biaya
|
Mencatat biaya pada periode atau
dalam nilai yang tidak tepat
|
Pengakuan pendapatan
|
Perhitungan tidak tepat atas
pendapatan. Kategori ini mencakup pengakuan tidak tepat atas pendapatan,
pengakuan atas pendapatan yang diragukan, atau sejumlah kesalahan pelaporan
atas pendapatan.
|
Misklasifikasi
|
Misklasifikasi pos akuntansi yang
signifikan dalam neraca, laporan laba rugi atau laporan arus kas. Mencakup
pelaporan ulang akibat misklasifikasi akun jangka pendek atau panjang atau
akun yang berpengaruh terhadap arus kas operasi.
|
Ekuitas-lain-lain
|
Perhitungan tidak tepat atas EPS,
saham terbatas, waran, dan instrumen ekuitas lain.
|
Cadangan/Kontinjensi
|
Kesalahan yang mencakup piutang usaha utang tak
tertagih, cadangan persediaan, penyisihan untuk pajak penghasilan,
kontinjensi dan rugi.
|
Aktiva berusia panjang
|
Penurunan nilai aktiva properti, pabrik, dan
perlatan, goodwill, atau aktiva terkait lainnya.
|
Perpajakan
|
Kesalahan yang mencakup koreksi atas provisi pajak,
penanganan tidak tepat atas kewajiban pajak, dan pos-pos lain yang terkait
pajak.
|
Ekuitas-laba komprehensif lainnya
|
Penghitungan tidak tepat atas transaksi ekuitas
yang terkait laba komprehensif antara lain pos mata uang asing, penyesuaian
keajiban miinimum atas pensiun, keuntungan dan kerugian yang tidak diakui
atas investasi tertentu dalam utang, sekuritas ekuitas, dan derivatif.
|
Persediaan
|
Penilaian biaya persediaan, isu kuantitas, dan
biaya penyesuian penjualan.
|
Ekuitas-opsi saham
|
Perhitungan tidak tepat atas opsi saham
karyawan.
|
Lain-lain
|
Semua pelaporan ulang yang tidak
tercakup dalam kategori diaats antara lain yang terkait penghitungan tidak
tepat atas akuisisi atau merger.
|
Laporan periode-tunggal
Berikut adalah pelaporan kesalahan-laporan
keuangan periode tunggal:
SELECTRIC
COMPANY
Laporan
Penghasilan Ditahan
Untuk
Tahun yang Berakhir 31 Desember 2008
Laba ditahan,
1 januari, seperti dilaporkan sebelumnya $350.000
Koreksi
kesalahan (penyusutan) $20.000
Dikurangi: reduksi pajak penghasilan yang
dibolehkan 8.000 (12.000)
Laba ditahan
yang disesuaikan 1 januari $338.000
Ditambah:
laba bersih 400.000
Laba
ditahan, 31 desember 2008 $738.000
|
|
Laporan komparatif
Berikut adalah pelaporan kesalahan-laporan
keuangan komparatif:
Dalam neraca:
Akumulasi penyusutan-bangunan $20.000 Meningkat
Kewajiban pajak yang
ditangguhkan $ 8.000 Menurun
Laba ditahan, saldo akhir $12.000 Menurun
Dalam laporan laba rugi:
Beban penyusutan-bangunan $20.000 Meningkat
Beban pajak penghasilan $ 8.000 Menurun
Laba bersih $12.000 Menurun
Dalam laporan laba ditahan;
Laba ditahan, saldo akhir (akibat laba
bersih yang lebih $12.000 Menurun
rendah selama periode tersebut)
|
|
Motivasi untuk mengubah metode akuntansi
Para manajer mungkin memiliki
motif-motif laba yang berbeda bergantung pada waktu ekonomi dan siapa yang
ingin mereka pengaruhi. Beberapa alasan untuk melakukan perubahan metode
akuntansi adalah:
1. biaya politik
semakin besar perusahaan
dan terlihat lebih bersifat politis, semakin besar para politisi serta pembuat peraturan
mencurahkan perhatian kepada perusahaan tersebut. Perusahaan yang bersifat
politis akan berupaya untuk melaporkan angka laba yang kecil, guna menghindari
pemeriksaan dari para pembuat peraturan. Maka pemilihan metode akuntansi
kemungkinan besar untuk menerapkan pendekatan penurunan laba.
2. struktur modal
perusahaan yang memiliki
perjanjian hutang yang mengindikasikan bahwa perusahaan tidak dapat membayar
deviden jika laba ditahan berada dibawah tingkat tertentu. Akibatnya, perusahaan ini cenderung memilih
metode akuntansi yang akan menaikkan laba bersih.
3. pembayaran bonus
jika pembayaran bonus
dilakukan kepada manajemen berkaitan dengan laba, maka dapat dikatakan bahwa
manajemen akan memilih metode akuntansi yang memaksimalkan pembayaran bonus
mereka.
4. memperlancar laba
kenaikan laba yang
substansial dapat mengundang perhatian dari para politisi, pembuat peraturan,
dan pesaing. Sebaliknya penurunan laba yang besar mungkin akan dilihat sebagai
tanda bahwa perusahaan sedang berada dalam kesulitan keuangan. Jadi, perusahaan
memiliki insentif untuk “mengelola” atau “memperlancar” laba.