Selasa, 15 Mei 2012

Perubahan Akuntansi


Makalah
Perubahan Akuntansi

   
                                                     Disusun oleh:
                                                     Marry
          Katherine Munandar
     Vanny Yudhawati
  Dwirahmi Arifin
   Rianita Andriani


 

Kelompok 3
Akuntansi Keuangan Menengah II
ABFI INSTITUTE PERBANAS
Jl. Perbanas Karet Kuningan, Setiabudi
Jakarta – Indonesia
12940

Mengidentifikasi jenis-jenis perubahan akuntansi
Tiga jenis perubahan akuntansi yang berbeda adalah:
1.   perubahan prinsip ekonomi
     Perubahan prinsip akuntansi melibatkan perubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum ke yang lainnya. Sebagai contoh, perubahan metode penilaian persediaannya dari LIFO menjadi biaya rata-rata.
2.      perubahan estimasi akuntansi
    perubahan yang terjadi sebagi akibat dari informasi baru atau diperolehnya pengalaman tambahan. Contohnya adalah perubahan estimasi umur manfaat aktiva yang dapat disusutkan.
3.      perubahan entitas pelaporan
      perubahan dari pelaporan sebagai satu jenis entitas ke jenis entitas lainnya, sebagai contoh, perubahan anak perusahaan spesifik dalam satu kelompok perusahaan dimana laporan keuangan konsolidasi disusun.
4.   kesalahan-kesalahan dalam laporan keuangan.
      Kesalahan yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan matematis, kesalahan penerapan prinsip akuntansi, atau kelalaian atau penyalahgunaan fakta yang ada pada saat laporan keuangan disusun. Contohnya adalah penerapan metode persediaan eceran yang tidak tepat dalam menentukan nilai persediaan akhir.

Perubahan prinsip akuntansi
Perubahan prinsip akuntansi ini tidak dianggap berasal dari penggunaan prinsip baru dalam mengakui peristiwa-peristiwa yang terjadi untuk pertama kalinya atau yang telah terjadi sebelumnya tetapi tidak material . jika prinsip akuntansi yang sebelumnya diikuti tidak dapat diterima lagi, atau jika prinsip tersebut tidak dialikasikan secara benar, maka perubahan keprinsip akuntansi yang berlaku umum dianggap sebagai koreksi kesalahan. Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan perubahan prinsip akuntansi:
1.   Pelaporan perubahan pada periode berjalan.
Pengaruh kumulatif dari penggunaan metode baru terhadap laporan keuangan  pada periode berjalan dilaporkan sebagai pos luar biasa. Pengaruh kumulatif adalah perbedaan laba tahun sebelumnya antara metode baru dan metode lama. Penyesuaian ini kemudian dilaporkan hanya dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Perusahaan tidak mengubah laporan keuangan tahun sebelumnya. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan investor atas laporan keuangan itu.
2.   Pelaporan perubahan secara retrospektif.
Penyesuaian retrospektif atas laporan keuangan akanmenyusun kembali laporan keuangan tahun sebelumnya atas dasar yang konsisten dengan prinsip yang baru diterapkan. Perusahaan menyajikan pengaruh kumulatif dari perubahan sebagai penyesuaian atas laba ditahan ditahun paling awal yang disajikan dalam laporannya.
3.   Pelaporan perubahan secara prospektif (dimasa depan)
Pada pendekatan ini hasil yang dilaporkan sebelumnya biasanya tidak diubah. Saldo tidak perlu disesuaikan. Pendukung pendekatan ini berargumen bahwa setelah manajemen meenyajikan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang dapat diterima , maka laporan tersebut sudah final, manajeemen tidak dapat mengubah periode sebelumnya dengan menerapkan prinsip baru.
Diantara ketika pendekatan diatas, FASB mensyaratkan agar perusahaan memakai pendekatan perspektif, karena pendekatan ini menyediakan informasi yang lebih berguna bagi para pemakai laporan keuangan dibanding pendekatan pengaruh kumulatif maupun pendekatan prospektif.

Pengaruh langsung dari perubahan prinsip akuntansi adalah perubahan-perubahan atas aktiva atau kewajiban yang diakui dan diperlukan dalam rangka mencapai perubahan prinsip akuntansi.

Pengaruh tidak langsung dari perubahan prinsip akuntansi adalah perubahan-perubahan arus kas berjalan atau masa depan atas entitas tertentu akibat perubahan prinsip akuntansi yang diterapkan secara retrospektif.

Perubahan Estimasi Akuntansi
Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi dampak dari kondisi-kondisi dan peristiwa dimasa datang. Berikut adalah contoh pos-pos yang memerlukan estimasi:
1.      piutang tak tertagih
2.      keusangan persediaan
3.      umur manfaat dan nilai sisa aktiva
4.      periode yang menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan
5.      kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan
6.      cadangan mineral yang dapat dipulihkan kembali
7.      perubahan metode penyusutan.
Perubahan estimasi harus ditangani secara prospektif. Yaitu, tidak ada perubahan yang harus dibuat dalam hasil yang dilaporkan sebelumnya. Jadi, pengaruh dari semua perubahan estimasi diperhitungkan pada (1) periode perubahan jika perubahan itu hanya memengaruhi periode bersangkutan atau (2) periode perubahan dan periode dimasa datang jika perubahan tersebut memengaruhi keduanya.
Pengungkapan, dalam perubahan estimasi yang pengarunya terjadi selama beberapa periode (misalnya perubahan usia pakai atas aktiva tersesutkan), perusahaan harus mengungkapkan pengaruhnya terhadap laba dari operasi berkelanjutan dan nilai per saham terkait dalam periode berjalan. Ketika perusahaan telah mengubah estimasi yang terpengaruh oleh perubahan prinsip akuntansi, perusahaan harus menjelaskan alasan yang mendukung penerapan prinsip baru tersebut, maka perusahaan menjadi subjek dalam semua panduan pengungkapan yang disusun terkait perubahan prinip akuntansi.

Pelaporan perubahan dalam entitas
Contoh perubahan dalam entitas pelaporan adalah:
1.      menyajikan laporan konsolidasi untuk menggantikan laporan perusahaan individual
2.    mengubah anak perusahaan tertentu yang terdiri dari kelompok perusahaan dimana laporan keuangan konsolidasi disajikan
3.      mengubah perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan
4.  perubahan metode akuntansi biaya, ekuitas, atau konsolidasi untuk anak perusahaan dan investasi. Perubahan dalam entitas pelaporan bukan berasal dari penciptaan, pemutusan, pembelian atau disposisi anak perusahaan atau unit bisnis lainnya.
Laporan keuangan dari tahun dimana perubahan dalam entitas pelaporan dilakukan harus mengungkapkan sifat perubahan itu serta alasannya. Pengaruh perubahan ini terhadap laba sebelum pos-pos luar biasa, laba bersih, dan laba per saham harus dilaporkan untuk semua periode yang disajikan. Pengungkapan ini tidak perlu diulang pada laporan keuangan periode berikutnya.

Pelaporan koreksi kesalahan
Kategori Akuntansi
Jenis pelaporan Ulang
Pengakuan biaya
Mencatat biaya pada periode atau dalam nilai yang tidak tepat
Pengakuan pendapatan
Perhitungan tidak tepat atas pendapatan. Kategori ini mencakup pengakuan tidak tepat atas pendapatan, pengakuan atas pendapatan yang diragukan, atau sejumlah kesalahan pelaporan atas pendapatan.
Misklasifikasi
Misklasifikasi pos akuntansi yang signifikan dalam neraca, laporan laba rugi atau laporan arus kas. Mencakup pelaporan ulang akibat misklasifikasi akun jangka pendek atau panjang atau akun yang berpengaruh terhadap arus kas operasi.
Ekuitas-lain-lain
Perhitungan tidak tepat atas EPS, saham terbatas, waran, dan instrumen ekuitas lain.
Cadangan/Kontinjensi
Kesalahan yang mencakup piutang usaha utang tak tertagih, cadangan persediaan, penyisihan untuk pajak penghasilan, kontinjensi dan rugi.
Aktiva berusia panjang
Penurunan nilai aktiva properti, pabrik, dan perlatan, goodwill, atau aktiva terkait lainnya.
Perpajakan
Kesalahan yang mencakup koreksi atas provisi pajak, penanganan tidak tepat atas kewajiban pajak, dan pos-pos lain yang terkait pajak. 
Ekuitas-laba komprehensif lainnya
Penghitungan tidak tepat atas transaksi ekuitas yang terkait laba komprehensif antara lain pos mata uang asing, penyesuaian keajiban miinimum atas pensiun, keuntungan dan kerugian yang tidak diakui atas investasi tertentu dalam utang, sekuritas ekuitas, dan derivatif.
Persediaan
Penilaian biaya persediaan, isu kuantitas, dan biaya penyesuian penjualan.
Ekuitas-opsi saham
Perhitungan tidak tepat atas opsi saham karyawan.
Lain-lain
Semua pelaporan ulang yang tidak tercakup dalam kategori diaats antara lain yang terkait penghitungan tidak tepat atas akuisisi atau merger.

Laporan periode-tunggal
Berikut adalah pelaporan kesalahan-laporan keuangan periode tunggal:

SELECTRIC COMPANY
Laporan Penghasilan Ditahan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2008                         
                       
Laba ditahan, 1 januari, seperti dilaporkan sebelumnya                                 $350.000
         Koreksi kesalahan (penyusutan)                                         $20.000
Dikurangi: reduksi pajak penghasilan yang dibolehkan         8.000        (12.000)
Laba ditahan yang disesuaikan 1 januari                                                        $338.000
Ditambah: laba bersih                                                                                       400.000
Laba ditahan, 31 desember 2008                                                                    $738.000
 
 
Laporan komparatif
Berikut adalah pelaporan kesalahan-laporan keuangan komparatif:

Dalam neraca:
Akumulasi penyusutan-bangunan                                  $20.000           Meningkat
Kewajiban pajak yang ditangguhkan                             $  8.000           Menurun
Laba ditahan, saldo akhir                                               $12.000           Menurun
Dalam laporan laba rugi:
         Beban penyusutan-bangunan                                         $20.000           Meningkat
         Beban pajak penghasilan                                                $  8.000           Menurun
         Laba bersih                                                                     $12.000           Menurun
Dalam laporan laba ditahan;
Laba ditahan, saldo akhir (akibat laba bersih yang  lebih       $12.000           Menurun
rendah selama periode tersebut)
 
 



Motivasi untuk mengubah metode akuntansi
Para manajer mungkin memiliki motif-motif laba yang berbeda bergantung pada waktu ekonomi dan siapa yang ingin mereka pengaruhi. Beberapa alasan untuk melakukan perubahan metode akuntansi adalah:
1.      biaya politik
semakin besar perusahaan dan terlihat lebih bersifat politis, semakin besar para politisi serta pembuat peraturan mencurahkan perhatian kepada perusahaan tersebut. Perusahaan yang bersifat politis akan berupaya untuk melaporkan angka laba yang kecil, guna menghindari pemeriksaan dari para pembuat peraturan. Maka pemilihan metode akuntansi kemungkinan besar untuk menerapkan pendekatan penurunan laba.
2.      struktur modal
perusahaan yang memiliki perjanjian hutang yang mengindikasikan bahwa perusahaan tidak dapat membayar deviden jika laba ditahan berada dibawah tingkat tertentu. Akibatnya, perusahaan ini cenderung memilih metode akuntansi yang akan menaikkan laba bersih.
3.      pembayaran bonus
jika pembayaran bonus dilakukan kepada manajemen berkaitan dengan laba, maka dapat dikatakan bahwa manajemen akan memilih metode akuntansi yang memaksimalkan pembayaran bonus mereka.
4.      memperlancar laba
kenaikan laba yang substansial dapat mengundang perhatian dari para politisi, pembuat peraturan, dan pesaing. Sebaliknya penurunan laba yang besar mungkin akan dilihat sebagai tanda bahwa perusahaan sedang berada dalam kesulitan keuangan. Jadi, perusahaan memiliki insentif untuk “mengelola” atau “memperlancar” laba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar